PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> FKIP -> PAUD

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI BERMAIN SAINS DI KELOMPOK B TK AISYIYAH 2 PANARUKAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2012-11-11 16:02:31
Oleh : Yuli Andayani NIM 0910271187, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dibuat : 2012-11-11, dengan 1 file

Keyword : kemampuan kognitif, bermain sains



Latar Belakang


Anak Usia Dini menurut UU No 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, ialah anak sejak lahir sampai 6 tahun sementara prodi PAUD menyatakan bahwa rentangan usia anak usia dini. Pendidikan anak usia dini mengacu pada pendidikan yang di berikan kepada anak usia 0-6 tahun atau sampai dengan 8 tahun. Sebenarnya, sejak anak masih ada dalam kandungan, pendidikan secara tidak langsung sudah diberikan oleh ibunya antara lain pembiasaan, kedisiplinan, kebersihan, keteraturan, kesehatan, dan gizi, ketenangan serta kesabaran. Kecerdasan intelektual anak sudah 80 % berkembang sampai anak usia 8 tahun.



Sementara itu National Association for Education of Young Children (NAEYC) membagi anak usia dini menjadi 0-3 tahun, 3-5 tahun, dan 6-8 tahun. Feld dan baur (dalam Siskanda : 2003) membagi anak usia dini menjadi : lahir- 1 tahun ( bayi-infancy), 1-3 tahun (foddier), 3-4 tahun (prasekolah), 5-6 tahun (kelas awal SD) dan 7-8 tahun (kelas lanjut SD) pendidikan sejak usia dini penting sekali sebab perkembangan mental yang meliputi perkembangan intelegensi, kepribadian dan tingkah laku sosial berlangsung cepat, pada usia dini (Bloom, 1964). Menurut landshears (1979) perkembangan kognitif pada anak usia dini 4-8 tahun sudah mencapai 30 %. Beberapa pandangan tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan sejak usia dini. Dengan demikian, pendidikan bagi anak usia dini wajib diperhatikan. Bahkan di himbau agar program wajib belajar dimulai sejak usia TK (Santoso, 2005:2).



Pendidikan adalah salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan, kita mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik agar mereka mampu menyerap, menilai, dan mengembangkan secara mandiri ilmu yang dipelajarinya. Pendidikan pada umunya adalah bimbingan atau arahan yang berwujud pengaruh yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak didik agar menjadi dewasa. Yang dimaksud dengan dewasa adalah dewasa secara integral, yaitu dewasa pikiran, perasaan, kemauan, umur, tingkah laku, sikap, dan kepribadian atau dengan kata lain dewasa dalam cipta rasa dan karsa.



Secara teoritis dan filosofis tujuan pendidikan adalah membentuk pribadi anak menjadi seorang dewasa yang berdiri sendiri dan tidak tergantung sama orang lain. Yang pada mulanya dilakukan melalui pembiasaan. Atau menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal sehingga ia dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya, sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan kebutuhan masyarakat (Hikmah, 2005 : 2).



Dalam masa usia dini anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya pengembangan seluruh potensi anak. Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan dua bidang kemampuan anak oleh sebab itu di butuhkan kondisi untuk stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal. Pendidikan selain untuk mengembangkan sikap prilaku melalui pembiasaan, juga mengembangkan kemampuan dasar anak yang salah satunya adalah kemampuan daya pikir yang dikenal istilah pengembangan kognitif.



Kognitif adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Departemen Pendidikan Nasional ( 2002 ) menjelaskan kemampuan kognitif adalah kemampuan berpikir logis, kritis, memberi alasan, memecahkan masalah dan menemukan sebab akibat. Wachs (1979) mengemukakan perkembangan kognitif dapat ditingkatkan apabila orang tua penuh kasih responsif secara verbal dan memberikan lingkungan yang terorganisasi dan bisa di ramalkan dengan kemungkinan untuk variasi pengalaman.



Melalui jalur pendidikan formal di taman kanak-kanak guru sebagai fasilitator hendaknya menyediakan kegiatan-kegiatan yang dapat dijadikan pengalaman oleh anak melalui permainan sains akan memberikan pengalaman belajar yang disukai anak. Dengan demikian diharapkan kemampuan daya pikir anak dapat berkembang. (Sujiono, 2005 : 2).



Anak-anak TK Aisyiyah 2 Panarukan sebagian besar anak yang aktif dalam kegiatan bermain, anak selalu tertarik dengan benda-benda disekitarnya. Akan tetapi kemampuan kognitif anak belum berkembang secara maksimal. Dikatakan demikian karena dari 15 anak kelompok B hanya mencapai 60%, padahal standart ketuntasan klasikal yang ditentukan lembaga adalah sebesar 70%. Hal itu terjadi karena kurangnya kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan minat anak.



Berdasarkan paparan di atas maka peneliti berupaya untuk melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kemampuan kognitif Anak usia dini melalui bermain Sains di kelompok B TK. Aisyiyah 2 Panarukan Tahun Pelajaran 2010-2011.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...