PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> Fakultas Pertanian

PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI MELALUI KELEMBAGAAN TRADISIONAL (KASUS DI KABUPATEN JEMBER)

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2002-01-02 16:03:55
Oleh : VEIRA MELANI, Fakultas Pertanian
Dibuat : 2002-01-02, dengan 1 file

Keyword : PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI MELALUI KELEMBAGAAN TRADISIONAL



Abstrak


Tujuan penelitian ini adalah : (1) Membandingkan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani yang mengikuti kelembagaan tradisional (kelembagaan lahan dan kelembagaan tenaga kerja) dengan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani yang tidak mengikuti kelembagaan tradisional; (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi usaha tani yang dikeluarkan oleh petani yang mengikuti dan tidak mengikuti kelembagaan tradisional; (3) Membandingkan pendapatan yang diperoleh petani yang mengikuti kelembagaan tradisional (kelembagaan lahan dan kelembagaan tenaga kerja) dengan petani yang tidak mengikuti kelembagaan tradisional; (4) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani untuk mengikuti atau tidak mengikuti kelembagaan tradisional; (5) Menganalisis bagaimana peran pemerintah daerah (khususnya di Kabupaten Jember) terhadap kelembagaan tradisional tersebut.

Penelitian ini dilakukan di kawasan pedesaan Kabupaten Jember dan daerah sekitarnya. Lokasi penelitian untuk sampel petani ditentukan secara purposive dengan mengambil kasus di 4 desa yang tersebar di 4 kecamatan di kawasan pedesaan Kabupaten Jember yaitu Ajung, Ambulu, Kalisat, Semboro. Populasi yang menjadi target penelitian ini adalah para petani pemilik, penggarap, penyewa atau penyakap yang merupakan users lahan pertanian. Sampel petani diambil secara proportional random sampling untuk masing-masing desa sampel sesuai dengan populasi di masing-masing desa. Macam data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan uji-t, regresi linear berganda model logit, uji beda dua rerata dan deskriftif.

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani pemilik yang mengikuti kelembagaan lahan (sistem mroliman 5:1) untuk jenis tanaman padi sebesar Rp 7.543.313, lebih rendah dibandingkan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani pemilik yang tidak mengikuti kelembagaan lahan sebesar Rp 10.675.450. Biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani pemilik yang mengikuti kelembagaan tenaga kerja untuk jenis tanaman tembakau Rp 27.642.000, lebih kecil daripada biaya produksi yang tidak mengikuti kelembagaan tenaga kerja Rp 29.818.500. Biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani pemilik yang mengikuti kelembagaan tenaga kerja untuk jenis tanaman padi Rp 9.338.500, lebih kecil daripada biaya produksi yang tidak mengikuti kelembagaan tenaga kerja Rp 9.870.000; (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi padi secara signifikan (nyata) adalah lahan, pengalaman, jumlah keluarga dan dummy (mengikuti kelembagaan tradisional >< tidak mengikuti kelembagaan tradisional); (3) Pendapatan petani pemilik lahan yang mengikuti kelembagaan lahan (sistem mroliman 5:1) untuk jenis tanaman padi sebesar Rp 24.442.313, lebih besar dibandingkan pendapatan petani pemilik lahan yang tidak mengikuti kelembagan tradisional sebesar Rp 13.007.913. Pendapatan petani pemilik lahan yang mengikuti kelembagaan tenaga kerja untuk jenis tanaman tembakau Rp 25.958.000, lebih besar daripada pendapatan petani pemilik lahan yang tidak mengikuti kelembagaan tenaga kerja Rp 23.781.500. Pendapatan petani pemilik lahan yang mengikuti kelembagaan tenaga kerja untuk jenis tanaman padi Rp 21.186.500, lebih besar daripada pendapatan usahatani pemilik yang tidak mengikuti kelembagaan tenaga kerja Rp 13.725.000; (4) Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani untuk mengikuti kelembagaan tradisional atau tidak mengikuti kelembagaan tradisional secara signifikan (nyata) adalah pendidikan, jumlah keluarga, pupuk, jumlah tenaga kerja, pajak dan pendapatan.; (5) Pendapatan petani penggarap yang mengikuti kelembagaan lahan (sistem mroliman 5 : 1) untuk jenis tanaman padi sebesar Rp 13.278.000, lebih besar dibandingkan pendapatan petani penggarap yang mengikuti kelembagaan tradisional sebesar Rp 8.405.500. Pendapatan petani penggarap yang mengikuti kelembagaan tenaga kerja untuk jenis tanaman tembakau Rp 47.779.500, lebih besar daripada pendapatan petani penggarap yang tidak mengikuti kelembagaan tenaga kerja. Pendapatan petani penggarap yang mengikuti kelembagaan tenaga kerja Rp 13.980.000, lebih besar daripada pendapatan petani penggarap yang tidak mengikuti kelembagaan tenaga kerja Rp 7.680.000; (6) Peran pemerintah daerah terhadap kelembagaan tradisional di Kabupaten Jember ditunjukkan dalam bentuk penyuluhan dan bimbingan oleh PPL (Petugas Penyuluh Lapang), kemudahan dalam pinjaman kredit misalnya KIK (Kredit Investasi Kecil ) dan KCK (Kredit Candak Kulak) dan kebijakan harga.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...