PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> FKIP -> PAUD

STUDI TENTANG KEMAMPUAN KOMUNIKASI VERBAL ANAK DI KELOMPOK A TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 2 PANJI SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2008-2009

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2012-11-11 16:02:31
Oleh : TRI WAGIYATI NIM : 07127066, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dibuat : 2012-11-11, dengan 1 file

Keyword : Kemampuan komunikasi verbal.



Latar Belakang


Taman kanak-kanak atau lembaga pendidikan pra sekolah merupakan lembaga pendidikan pertama yang membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar.



Pendidikan pada anak usia TK merupakan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan diri anak secara menyeluruh (the whole child). Berbagai kecakapan dilatihkan agar anak kelak menjadi manusia seutuhnya. Bagian dari diri anak yang dikembangkan meliputi bidang fisik motorik, intelektual, moral, sosial, emosi, kreatifitas dan bahasa.Tujuannya ialah agar kelak anak berkembang menjadi manusia yang utuh yang memiliki kepribadian dan akhlak yang mulia, cerdas dan terampil, mampu bekerjasama dengan orang lain, dan mampu hidup berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat.



Belajar bagi anak TK juga berfungsi untuk memperkenalkan anak dengan lingkungan sekitarnya. Anak sejak usia dini mulai mengenal berbagai benda dan sifatnya. Belajar dari apa yang ia lihat di lingkungannya amat berguna bagi kehidupannya yaitu untuk hidup dan mempertahankan diri. Pengetahuan tentang berbagai benda yang ada di sekitarnya merupakan bekal untuk hidup agar kelak dapat hisup secara mandiri.



Anak TK pada umumnya sudah mampu berkomunikasi secara lisan. Namun untuk menulis dan membaca, pada umumnya anak masih mengalami kesulitan mengingat bahasa merupakan sistem yang rumit dan melibatkan berbagai unsur seperti huruf (simbol), kata, frasa, kalimat dan tata bahasa dan tata cara melafalkannya. Pada tahap berikutnya bahasa juga melibatkan unsur etika dan estetika yang menyulitkan anak TK berbahasa yang baik dan benar.



Belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menimbulkan penghargaan terhadap hasil cipta manusia Indonesia.



Berkomunikasi dapat diartikan suatu penyampaian maksud seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan sehingga maksud tersebut dapat dipahami oleh orang lain. Anak terkadang memiliki permasalahan dalam berkomunikasi terutama berkaitan dengan kebutuhan untuk diajak berbicara oleh orang lain, perhatian orang tua, gaya bicara dan pilihan kata atau diksi.



Anak yang sejak kecil dilatih dan dibimbing untuk berkomunikasi secara tepat dan baik, akan berdampak pada kemampuan berfikirnya. Mereka pada umumnya akan mampu berfikir kritis dan logis. Kita juga sering menjumpai anak yang sering bertanya pada orang tua setiap mereka melihat sesuatu yang baru dan belum pernah dikenalnya. Jadi dengan biasa membimbing anak berkomunikasi sejak kanak-kanak/usia dini akan banyak manfaatnya bagi kemampuan anak berkomunikasi.



Kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengembangkan kemampuan anak berkomunikasi di Taman Kanak-kanak yantu dengan cara merangsang minat anak untuk berkomunikasi, latihan menggabungkan bunyi bahasa, memperkaya perbendaharaan kata, mengenalkan kalimat melalui cerita dan nyanyian dan mengenalkan lambang tulisan. Hal ini disebabkan oleh anak yang mengikuti pendidikan di Taman kanak-kanak pada umumnya mempunyai perbendaharaan kata yang amat terbatas. Oleh karena itu, usaha untuk memperkaya perbendaharaan kata anak sangat diperlukan supaya anak mempunyai wawasan yang lebih luas. Makin banyak perbendaharaan kata anak, maka makin lancar anak dalam berkomunikasi. Dalam kenyataannya, kemampuan berkomunikasi anak masih terbatas, oleh karena itu merangsang minat anak untuk berkomunikasi dimaksudkan agar anak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan apa-apa saja yang ada dalam pikirannya sesuai dengan kegiatannya sehari-hari.



Memang, sudah sering dikatakan bahwa salah satu fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Adalah suatu kenyataan bahwa manusia mempergunakan bahasa sebagai sarana komunikasi vital dalam hidup ini. Bahasa adalah milik manusia. Bahasa adalah salah satu ciri pembeda utama kita umat manusia dengan makhluk hidup lainnya di dunia. Manusia adalah makhluk individual sekaligus sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan alat berupa bahasa. Bahasa merupakan alat yang ampuh untuk berhubungan dan bekerja sama. Nyatalah, manusia hidup dalam lingkaran saling berhubungan, berinteraksi, interaksi sosial.



Maka dari itu, jelas bahwa bahasa mempunyai fungsi yang amat penting bagi manusia, terutama sekali fungsi komunikatif. Komunikasi dengan menggunakan bahasa adalah bersifat umum dan universal. Jadi, fungsi terakhir untuk membuka hakikat bahasa adalah komunikasi. Fungsi terpenting dari bahasa adalah alat komunikasi dan interaksi. Bahasa berfungsi sebagai lem perekat dalam menyatupadukan keluarga, masyarakat dan bahasa dalam kegiatan sosialisasi. Kata “komunikasi” mencakup makna mengerti, berbicara, mendengar dan membalas tindak. Kesemua tindakan dan peristiwa bahasa ini bisa berobjek peristiwa masa silam, hari ini dan esok lusa.



Bahasa verbal atau bahasa lisan adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan (Tarigan, 1987: 15).



Tarigan (1987:15) juga menambahkan bahwa berbahasa verbal atau berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar (audible) dan yang kelihatan (visible) yang memanfaatkan sejumlah otot dan jaringan otot tubuh manusia demi maksud dan tujuan gagasan atau ide-ide yang dikombinasikan.



Berbicara atau berbahasa secara verbal memang berperan begitu penting dalam komunikasi manusia sehingga kesulitan berbicara selalu menimbulkan keprihatinan. Agar kemampuan berbicara berkembang anak-anak harus dapat mendengar, berada dalam lingkungan emosional yang menyenangkan dan orang tua membimbing anak-anak untuk berbahasa.



Melihat gambaran teoritis tersebut penulis tertarik untuk melihat lebih jauh tentang kemampuan bahasa verbal pada anak usia taman kanak-kanak, ketika mereka memasuki usia sekolah (5-6 tahun), berdasarkan fenomena yang ada, kemampuan berbahasa verbal pada anak usia 5-6 tahun yang masih tampak ketika anak memasuki usia 2 tahun, sehingga proses komunikasi terganggu. Dengan diadakannya penelitian ini diharapkan akan dapat mengembangkan kemampuan bahasa verbal pada anak.



Dari kondisi yang ada di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Panji, pada usia taman kanak-kanak (5-6 tahun) masih banyak anak yang belum mampu berkomunikasi verbal dengan baik dan sempurna, baik itu dari segi pengucapan/lafal dan intonasi belum begitu jelas.



Ketidaksempurnaan kemampuan berkomunikasi verbal ini seringkali terjadi pada saat kegiatan bermain maupun pada saat kegiatan proses belajar mengajar di kelas. Untuk itu penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang kemampuan komunikasi verbal anak di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Panji.



Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis mengambil judul “ Studi Tentang Kemampuan Komunikasi Verbal Anak di Kelompok A TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Panji Situbondo Tahun Pelajaran 2008-2009”.



Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...