PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> FKIP -> PAUD

PENGARUH CARA MENDIDIK ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL DAN KONDISI EMOSI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RAUDLATUL ATHFAL DESA MOJOSARI KECAMATAN ASEMBAGUS KABUPATEN SITUBONDO TAHUN AJARAN 2008-2009

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2012-11-11 16:02:31
Oleh : Susanti Desianti - NIM 07127071, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dibuat : 2012-11-11, dengan 1 file

Keyword : PERILAKU SOSIAL DAN KONDISI EMOSI.PENGARUH CARA MENDIDIK ORANG TUA.di Situbondo



Latar Belakang


Keluarga adalah pendidik dan peletak dasar bagi anak, dan orang tua memiliki pengaruh terhadap perhatian anak, nilai- nilai belajar, konsep emosi dan mereka memiliki hak dan tanggung jawab dalam mempengaruhi pendidikan anak Becher (dalam Mariana, 2005:143). Semua unsur memperoleh keuntungan ketika orang tua mendorong pendidikan anak dan semua orang tua memiliki kompetensi untuk melakukan hal tersebut, ketika orang tua mendukung penuh, memberi stimulus dan membantu anak-anak mereka dalam proses pendidikan di rumah maka mendidik anak sejak usia dini menjadi efektif. Keterlibatan orang tua dalam mendidik anak akan mendorong perhatian anak dalam belajar. Perhatian orang tua yang lebih berkualitas dapat meningkatkan peluang untuk meningkatkan intelektual anak, memberi kebebasan, membaca dan berdiskusi dengan anak akan memberi perbedaan dalam berbahasa dan menyelesaikan masalah. Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran adalah sebagai motivasi bagi anak, pengaruh orang tua dalam pendidikan di waktu kecil akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi anak .



Sebagaimana yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW tentang bagaimana cara mendidik generasi muslim, Dari sejak anak belum lahir kedunia hingga masa pra nikah. Seorang anak dengan kesucian dan kepolosannya akan menerima kebaikan atau kejelekan semuanya. Orang tuanya yang membawa dia kesalah satu dari keduanya. orang tua diharapkan mampu mendidik dan membina kepribadian anaknya menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia dan taat beribadah.



Cara mendidik dengan tehnik asuhan otoritatif seperti ini akan menjadi hidup anak menjadi ceria, menyenangkan, kreatif, cerdas, percaya diri, terbuka pada orang tua, menghargai dan menghormati orang tua, tidak mudah stres, berprestasi baik, disukai lingkungan dan masyarakat dan lain-lain.



Namun tidak semua orang tua bisa memberikan pendidikan yang baik pada anak ketika anak tersebut berada di rumah. Ada beberapa kasus yang ditemukan di kelas A tahun ajaran 2008-2009 akibat pengaruh dari cara mendidik orang tua, banyak orang tua yang tidak peduli pada pertumbuhan dan perkembangan anak, anak dibiarkan berkembang begitu saja tanpa adanya rangsangan atau motivasi dari orang tuanya sehingga anak tersebut tumbuh menjadi anak yang cuek atau tidak peduli pada teman atau lingkungan sekitarnya. Kurang memberi perhatian pada anak karena keduanya sama-sama sibuk sehingga ketika anak berada dalam kelas sering membuat ulah yang dapat memancing perhatian teman atau ibu guru. Selalu memberi larangan pada anak ketika anak menunjukkan hasil karyanya yang jelek, selalu dimarahi sehingga anak tersebut menjadi anak yang tidak percaya diri dan selalu bergantung. Membebani anak dengan menyuruh ikut les sehingga anak tersebut tidak punya waktu untuk bermain, membuat anak menjadi stres dan ketika berada di sekolah anak sulit mengontrol emosinya. Memberikan pendidikan yang keras kepada anak, ketika anak berada di lingkungan sekolah ada temannya yang berbuat salah tanpa di sengaja maka anak tersebut langsung memukul temannya dan anak tersebut cenderung menyendiri tidak mau bergaul. Ada juga anak yang suka membentak-bentak pada temannya, suka mengeluarkan kata-kata kotor dikarenakan selalu mendengar apa yang diucapkan orang tua mereka ketika orang tuanya bertengkar.



Dari keenam kasus diatas, yang harus menjadi perhatian dan dilakukan oleh orang tua dan pendidik taman kanak-kanak adalah mewaspadai gejala-gejala hambatan atau permasalahan perkembangan yang timbul pada anak. Adanya hambatan dari sejak awal yang terselesaikan dengan baik maka akan dapat menjadi pemicu timbulnya permasalahan yang lebih berat pada tahap selanjutnya untuk mengatasi itu perlu adanya pemahaman tentang perkembangan sosial emosional anak pada usia taman kanak-kanak yang memberi petunjuk bagi penemu dan pemecah masalah.



Disisi lain yang harus dipahami para pendidik taman kanak-kanak adalah pada tahap perkembangan ini. Perilaku anak taman kanak-kanak yang merupakan bagian dari suatu proses perkembangan atau yang normal bila dilakukannya merupakan suatu proses belajar memahami kehidupan, untuk itu sebagai pendidik hendaknya berhati-hati untuk memberikan penilaian juga jangan sampai terjadi penilaian yang salah sehingga berdampak negatif pada proses perkembangan. Berikut contoh tindakan pendidik yang kurang bijaksana dalam menilai perilaku anak seperti: Anak selalu mengganggu temannya pada waktu kegiatan belajar dianggap sebagai anak agresif, padahal kemungkinan anak tersebut bosan dengan cara belajar dan pembelajaran di kelas, atau ada penyebab lain karena kurang mendapat perhatian orang tuanya, sehingga mencari perhatian dengan perilaku-perilaku yang dianggap dapat memancing perhatian pendidik dengan mengganggu proses belajar mengajar di kelas.



Berangkat dari latar belakang permasalahan di atas maka pada tugas ini penulis mengangkat judul : PENGARUH CARA MENDIDIK ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL DAN KONDISI EMOSI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RA MUNAWARUS SHOLEH MOJOSARI KECAMATAN ASEMBAGUS KABUPATEN SITUBONDO.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...