PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> Ilmu Hukum

TANGGUNGGUGAT BURUH TERHADAP KERUGIAN PERUSAHAAN YANG TIMBUL KARENA KELALAIANNYA DALAM HUBUNGAN KERJA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII (PERSERO) UUS ZEELANDIA

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2012-11-05 09:45:46
Oleh : SITI HANDAYANI, Fakultas Ekonomi
Dibuat : 2012-11-05, dengan 1 file

Keyword : TANGGUNGGUGAT BURUH TERHADAP KERUGIAN PERUSAHAAN



Latar Belakang


Dalam hubungan kerja, baik pihak pengusaha maupun pihak buruh masing-masing tentunya tidak mau mengalami kerugian. Buruh tidak mau dirugikan oleh pengusaha dan sebaliknya pengusaha juga tidak mau dirugikan oleh buruhnya. Dalam hubungan kerja, baik pengusaha maupun buruh pasti menginginkan adanya suatu sikap sosial yang mencerminkan persatuan dan kesatuan, sifat kegotong royongan, harga menghargai, tenggang rasa, keterbukaan, dan mampu mengendalikan diri. Selain sikap sosial, diperlukan juga sikap mental dimana para pelaku baik pengusaha maupun buruh bersikap sebagai teman seperjuangan yang saling menghormati dan saling mengerti kedudukan dan peranannya serta sama-sama memahami hak dan kewajibannya di dalam hubungan kerja.

Menurut G Kartasapoetra, Hubungan Perburuhan Pancasila dalam usaha dan kegiatan-kegiatan mencapai tujuannya selalu mendasarkan diri pada asas-asas pembangunan nasional yaitu :

(1) asas manfaat

(2) asas usaha bersama

(3) asas demokrasi

(4) asas adil dan merata, dan

(5) asas keseimbangan.1)

Dalam pelaksanaan asas usaha bersama tersebut, harus terjalin kerja sama yang sebaik-baiknya dalam keharmonisan kerja dan lingkungan kerja, karena pada hakikatnya buruh dan pengusaha merupakan teman seperjuangan di dalam proses produksi, menghasilkan barang dan jasa, buruh dan pengusaha merupakan teman seperjuangan dalam memikul tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bangsa dan negara, buruh beserta keluarganya, dan perusahaan di mana mereka menjalin hubungan kerja.

Akan tetapi karena sikap masing-masing pihak menyadari bahwa sifat manusia itu tidak sempurna, adanya kesengajaan, adanya itikat baik dan itikat buruk akan muncul sehingga mempengaruhi situasi dan kondisi yang selalu akan mendorong dan menaklukkan manusia. Adanya ketidak sempurnaan sifat-sifat manusia inilah, maka dalam setiap hubungan kerja diperlukan perjanjian, seperti dalam hal perjanjian kerja yang selalu mendahului dilaksanakannya hubungan kerja. Dalam perjanjian kerja lazimnya ditentukan tentang tanggung jawab dan ganti kerugian yang secara sadar disepakati bersama oleh para pengusaha dan para buruh.

Jika pengusaha tidak menepati ketentuan tentang pengupahan atau tidak memberikan pekerjaan kepada buruh sesuai dengan pekerjaan yang telah disepakati, buruh dapat menuntut ganti kerugian kepada pihak pengusaha. Sedangkan apabila buruh melalaikan ketentuan-ketentuan kerja dan/atau tidak mau dikerjakan oleh pengusaha pada bidang pekerjaan yang telah disepakati, sehingga akibat perbuatannya menimbulkan kerugian pada proses produksi yang tengah berlangsung, pengusaha dapat menuntut ganti rugi.

Dari beberapa hal tersebut di atas, penulis tertarik untuk mengkaji dan meneliti lebih lanjut, maka penulis perlu untuk menuangkan dan menyusun dalam bentuk penulisan hukum dengan judul : “Tanggunggugat Buruh Terhadap Kerugian Perusahaan Yang Timbul Karena Kelalaiannya Dalam Hubungan Kerja Di PT Perkebunan Nusantara XII (PERSERO) UUS Zeelandia”.



Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...