PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> FKIP -> PAUD

IMPLEMENTASI METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA ANAK KELOMPOK A DI RA NURIL ASROR TRIGONCO ASEMBAGUS TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2012-11-11 16:02:32
Oleh : SHINTA NOR KOMARIYA NIM 07127077, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dibuat : 2012-11-11, dengan 1 file

Keyword : metode bermain.meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia.di Asembagus



Latar Belakang


Semakin meningkatnya jumlah siswa yang memerlukan pendidikan, berbagai upaya pengembangan pendidikan dilakukan. Salah satunya adalah peralihan dari pola pendidikan yang menekankan peranan tenaga pengajar (teacher-centered education) ke pola pendidikan yang menekankan peranan siswa (student-centered education). Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (2003) dinyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.



Pendidikan adalah humanisasi, yaitu upaya memanusiakan manusia atau upaya membantu manusia agar mampu mewujudkan diri sesuai dengan martabat kemanusiaannya. Pendidikan berarti upaya membantu manusia untuk menjadi apa, maka pendidik dan calon pendidik perlu memahami hakikat manusia. Demikian halnya dengan kesadaran akan tujuan hidupnya, kemampuan untuk hidup sesuai dengan individualitasnya, sosialitasnya, tidak dibawa manusia sejak kelahirannya, melainkan harus diperoleh manusia melalui belajar, melalui bantuan



berupa pengajaran, bimbingan, latihan, dan kegiatan lainnya yang dapat dirangkumkan dalam istilah pendidikan.



Frobel mengungkapkan pandangan bahwa mendidik pada hakikatnya adalah membangkitkan manusia sebagai makhluk sadar, berpikir dan mengerti sehingga dapat menterjemahkan hukum Tuhan di bumi ini Dhieni (2005:3). Menurut batasan tersebut, pendidikan harus dimulai dari dalam diri anak. Dan ini menunjukkan bahwa fungsi utama pendidik adalah membangkitkan otoaktivitas pada anak agar mampu melakukan kegiatan belajar. Dan prinsip belajar anak usia dini adalah anak sebagai pebelajar aktif, belajar anak dipengaruhi oleh kematangan, balajar anak dipengaruhi oleh lingkungan, anak belajar melalui kombinasi pengalaman fisik dan interaksi sosial, anak belajar melalui bermain (Masitoh, 2004:6).



PAUD sebagai pendidikan yang diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, memiliki kelompok sasaran anak usia 0-6 tahun yang sering disebut sebagai masa emas perkembangan. Disamping itu, pada usia ini anak-anak masih sangat rentan yang apabila penanganannya tidak tepat justru dapat merugikan anak itu sendiri. PAUD pada hakikatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak. Pendidikan anak usia dini memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kepribadiannya. Oleh karena itu, pendidikan untuk anak usia dini perlu menyediakan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan yang meliputi kognitif, bahasa, social, emosi, fisik motorik. Ki Hajar Dewantara memandang anak sebagai kodrat alam yang memiliki pembawaan masing-masing dan kemerdekaan untuk berbuat serta mengatur dirinya sendiri (Masitoh, 2004:6).



Setiap manusia mengawali komunikasinya dengan dunia sekitarnya melalui bahasa tangis. Melalui bahasa tersebut, seorang bayi mengomunikasikan segala kebutuhan dan keinginannya. Sejalan dengan perkembangan kemampuan serta kematangan jasmani terutama yang berhubungan dengan proses bicara, komunikasi tersebut makin meningkat dan meluas, misalnya dengan orang disekitar lingkungannya dan berkembang dengan orang lain yang baru dikenal dan bersahabat dengannya. Orang tua sebaiknya selalu memperhatikan perkembangan tersebut, sebab pada masa ini sangat menentukan proses belajar. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi contoh yang baik, memberikan motivasi pada anak untuk belajar, meningkatkan potensi anak agar dapat berkembang secara maksimal.



Berbicara sebagai salah satu aspek keterampilan berbahasa yang bersifat pruduktif, artinya suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menyampaikan gagasan, pikiran atau perasaan sehingga gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran pembicara dapat dipahami orang lain. Berbicara berarti mengemukakan ide atau pesan lisan secara aktif melalui lambang-lambang bunyi agar terjadi kegiatan komunikasi antara penutur dan mitra tutur. Setiap orang memang dikodratkan untuk bisa berbicara atau berkomunikasi secara lisan, tetapi tidak semua memiliki keterampilan untuk berbicara secara baik dan benar. Oleh Karena itu, pelajaran berbicara seharusnya mendapat perhatian dalam pengajaran keterampilan berbahasa Indonesia di PAUD.



Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa anak kelompok A di RA NURIL ASROR ini sering menggunakan bahasa Madura dalam berkomunikasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas dan hasil observasi awal, dapat diidentifikasi penyebab rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia siswa, yakni sebagai berikut pertama: bahasa keseharian siswa dirumah yang menggunakan bahasa Madura, kedua: orang tua siswa tidak mengajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi.



Untuk itu guru perlu mengubah metode mengajar konvensional dengan penerapan metode bermain peran. Bermain peran merupakan tekhnik bermain peran secara sederhana. Dalam bermain peran, siswa dibagi untuk memerankan tokoh-tokoh tertentu sesuai dengan tema pelajaran saat itu. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti menerapkan metode bermain peran dalam bentuk penelitian tindakan kelas.



Adapun alasan pemilihan tersebut adalah dengan pertimbangan bahwa metode ini dirasa lebih efektif dan lebih efisien untuk diterapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dikatakan efektif karena penerapan metode bermain peran akan lebih menghemat waktu, hal ini disebabkan karena siswa dapat tampil praktik berbicara secara berkelompok. Selain itu siswa dapat menghilangkan perasaan takut dan malu karena mereka dapat tampil dan bekerja sama dengan anggota kelompoknya.



Sedangkan dikatakan efisien, dimungkinkan karena proses belajar di PAUD akan lebih banyak dilakukan dengan bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Permainan adalah hal paling menarik untuk anak-anak usia dini sehingga guru perlu memberi kegiatan yang dapat membangun pengetahuan dan dapat menjalin kerja sama dengan anak melalui eksplorasi dan manipulasi. Dengan bermain anak akan dapat mengeksplorasi semua indra dan memanipulasi objek-objek yang menarik perhatian mereka.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...