PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> FKIP -> PGTK

PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA SISWA TK KEMALA BHAYANGKARI 33 KENCONG JEMBER

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2012-11-19 08:12:42
Oleh : SANTI PRIHATINI, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dibuat : 2012-11-18, dengan 1 file

Keyword : PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA SISWA



Latar belakang



Emosi merupakan suatu keadaan perasaan yang kompleks yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris. Disini nampak bahwa emosi memainkan peran yang sedemikian penting dalam kehidupan umat manusia. Untuk itu penting diketahui bagai perkembangan dan pengaruh emosi terhadap penyesuaian pribadi dan sosial.



Sukar memang dalam mempelajari emosi pada anak-anak karena informasi tentang aspek emosi yang subyektif hanya dapat diperoleh dengan cara introspeksi. Bagi anak-anak, melakukan introspeksi dengan baik umumnya belum dapat dilakukan.



Sulitnya mempelajari reaksi emosi melalui pengamatan terhadap ekspresi yang jelas tampak, terutama ekspresi wajah dan tindakan yang berkaitan dengan berbagai emosi. Karena anak berupaya menyesuaikan dengan tuntutan sosial. Apabila mereka mengetahui bahwa ekpresi emosi dapat menimbulkan penilaian sosial yang tidak menyenangkan terhadap mereka. Kebanyakan penilaian ilmiah tentang emosi anak-anak dipusatkan pada dampak emosi terhadap penyesuaian pribadi dan sosial anak-anak itu sendiri.



Mengingat pentingnya peran emosi dalam kehidupan anak, tidaklah mengherankan kalau sebagian keyakinan tradisional tentang emosi yang telah berkembang selama ini bertahan kukuh tanpa informasi yang tepat untuk menunjang ataupun menentang.



Kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada pada bayi yang baru lahir, gejala pertama perilaku emosional ialah respons yang kuat terhadap stimulasi (rangsangan). Respons yang berlebihan ini tecermin dalam bentuk aktivitas yang banyak pada bayi yang baru lahir. Meskipun demikian, pada saat lahir, bayi tidak memperlihatkan reaksi yang secara jelas dinyatakan sebagai keadaan emosional yang spesifik.



Perkembangan emosi terdapat variasi dalam segi frekwensi, intensifitas serta jangka waktu dari berbagai macam emosi dan juga usia pemunculannya. Variasi ini sudah mulai terlihat sebelum masa bayi berakhir dan semakin sering terjadi dan lebih menyolok dengan meningkat usia kanak-kanak. Selain itu karena naka-anak mengekang sebagian ekspresi emosi mereka, maka emosi cenderung bertahan lebih lama dari pada dengan jika emosi itu diekspresikan secara lebih kuat.



Emosi diperlihatkan dalam hal bagaimana anak mampu untuk mengelola emosi dirinya dan orang lain, sehingga tercipta ketrampilan sosial yang tinggi dan membuat pergaulan anak menjadi lebih luas. Anak dengan kemampuan ini cenderung mempunyai banyak teman, pandai bergaul. Melalui belajar kelompok dituntut untuk bekerjasama dan mengerti orang lain. Perkembangan kemampuan emosional anak merupakan proses rangsangan terhadap satu obyek.



Pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan dan perkembangan emosi anak usia pra sekolah. Dengan pembelajaran kooperatif, anak belajar tidak sendiri tetapi lebih dari dua orang. Melalui proses interaksi dengan temannya akan muncul sikap sosial dengan tidak ingin menyakiti orang lain. Dengan belajar bersama anak tidak akan bersifat ingin menangnya sendiri, disini anak diajarkan untuk mengendalikan emosinya terhadap temannya.



Metode belajar kelompok yang kita kenal adalah metode pembelajaran yang menitik beratkan pada kerjasama antara siswa dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan tetapi tampak sepenuhnya mendapatkan dari gurunya. Pembelajaran koperatif ini dianggap sebagai metode alternatif yang mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa, baik dari aspek intelektual maupun emosional, kaitannya dengan hubungan sosial siswa.



Menurut Slavin (1983), hakekat pembelajaran kooperatif adalah bekerjasama antara anak yang satu dengan anak lainnya. Pada hakekatnya, metode pembelajaran kooperatif merupakan metode atau strategi pembelajaran gotong royong yang konsepnya hampir tidak jauh berbeda dengan metode pembelajaran kelompok.



Oleh karena itu guru harus menciptakan suasana belajar yang penuh dengan kerjasama secara gotong royong. Dalam hal ini Ballahue (1996) memamparkan, “pembelajaran kooperatif dapat didefinisikan sebagai sebuah proses sosialisasi positif dalam bentuk kerjasama dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan. Pembelajaran ini melibatkan tanggung jawab antara guru dan anak untuk mencapai tujuan pendidikan. Anita Lie (2002) menjelaskan guru harus merencanakan cara-cara anak belajar bekerjasama untuk mencapai tujuan yaitu membina anak dalam mengembangkan niat dan kiat bekerjasama dan berinteraksi dengan anak lain. Cara-cara tersebut diawali dengan berkomunikasi memecahkan masalah, dan menjelaskan konflik. Pada akhirnya, mereka mengetahui bagaimana cara bekerjasama dalam kelompok.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...