PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> FAKULTAS TEKNIK

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN DAERAH PERTANIAN MENGGUNAKAN METODE SAW

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2016-03-10 12:43:32
Oleh : Irfan Abdul Rosul, Fakultas Teknik
Dibuat : 2016-03-10, dengan 1 file

Keyword : SPK, Kelayakan Daerah Pertanian, UML, SAW.

Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten agraris dengan mata pencaharian utama penduduk berasal dari pertanian agroindustri. Untuk kegiatan pertanian, komoditi yang banyak dibudidayakan adalah tanaman pangan kopi. Salah satu faktor kunci dalam menciptakan pemerataan pembangunan atau pengembangan wilayah yang tepat guna dan tepat hasil salah satunya adalah faktor pertanian. Sedangkan untuk mengetahui kelayakan suatu daerah pertanian dapat dilakukan dengan mengadakan sebuah penilaian. Penilaian yang dilakukan Dinas Pertanian dalam penentuan kelayakan daerah pertanian meliputi penilaian kriteria-kriteria suatu daerah. Adapun kriteria-kriteria suatu daerah yaitu jenis tanah, curah hujan, perairan, suhu, dan tekstur

tanah.

Pemanfaatan sistem pendukung keputusan sangat membantu dalam penentuan kelayakan daerah pertanian, dan disertai dengan metode Simple Additive Weighting (SAW), metode ini dapat menyelesaikan penelitian dengan mencari nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilakukan proses perankingan yang akan menentukan alternatif yang optimal, yaitu daerah yang layak untuk pertanian.

Dengan adanya sistem pendukung keputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan dengan perancangan berorientasi objek menggunakan Unified Modeling Language (UML) ini akan lebih mempermudah Dinas Pertanian dan Instansi lainnya dalam memantau maupun mendapatkan informasi tentang pertanian yang berguna untuk pembangunan sektor pertanian.

Deskripsi Alternatif :

Banyuwangi is an agricultural district with the main livelihood of the population comes from agriculture agro-industry. For agricultural purposes, the commodity is widely cultivated food crops of coffee. One of the key factors in creating equitable development or development areas appropriate and one of them is the result of agricultural factors. Whereas to determine the feasibility of an agricultural area can be done by holding a vote. Assessment conducted Department of Agriculture in determining the feasibility of an agricultural area includes assessment criteria for an area. The criteria for an area that is the type of soil, rainfall, water, temperature,andtexture ground.


Utilization of a decision support system is very helpful in determining the feasibility of agricultural areas, and accompanied by the method of Simple Additive Weighting (SAW), this method can complete the research by finding the weights for each attribute value, then do the ranking process will determine the optimal alternative, which is the area feasible for agriculture.


With the decision support system by the method of Simple Additive Weighting (SAW) and the object-oriented design using Unified Modeling Language (UML) will be easier for the Department of Agriculture and other agencies to monitor and obtain information about the farm that is useful for the development of the agricultural sector.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: didik kun

Download...