PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> Fakultas Pertanian

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP JUMLAH PEMBELIAN SUWAR SUWIR OLEH KONSUMEN DI UD. PRIMADONA

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2012-05-04 15:38:26
Oleh : FIVI SAFIYA_08 131 2023 , Fakultas Pertanian
Dibuat : 2012-03-29, dengan 1 file

Keyword : PENGARUH BAURAN PEMASARAN



Latar Belakang


Pembangunan pertanian merupakan syarat mutlak dalam melaksanakan pembangunan ekonomi. Pembangunan Ekonomi Negara Indonesia mempunyai tugas untuk menciptakan struktur ekonomi yang seimbang antara kekuatan dan kemampuan sektor industri yang maju dengan kekuatan dan kemampuan sektor pertanian yang tangguh. Untuk itu, perlunya revitalisasi pertanian yang diarahkan untuk mendorong pengamanan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, diversifikasi, peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk pertanian untuk peningkatan kesejahteraan petani, melalui: (1) peningkatan kemampuan petani serta penguatan lembaga pendukungnya, (2) pengamanan ketahanan pangan, (3) peningkatan akses petani (4) perbaikan iklim usaha dalam rangka meningkatkan diversifikasi usaha dan memperluas kesempatan berusaha, (5) peningkatan kemampuan manajemen dan kompetensi kewirausahaan di kalangan pelaku usaha bidang pertanian, (6) mendorong peningkatan standar mutu komoditas, penataan dan pengembangan industri pengolahan produk pertanian untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah, dan (7) peningkatan efisiensi sistem distribusi, koleksi dan jaringan pemasaran produk untuk perluasan pemasaran.



Bauran pemasaran adalah perangkat alat pemasaran yang dapat dikendalikan, yang terdiri dari produk, harga, distribusi, dan promosi yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan dalam pasar sasaran (Kotler, 1997). Sedangkan menurut Swastha, dan Irawan (2001), bauran pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari keempat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur, harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.



Bauran pemasaran sangat penting dalam menjalankan bisnis khususnya yang bergerak di bidang agroindustri. Bauran pemasaran yang tepat akan memberikan pengaruh terhadap keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Bauran pemasaran adalah alat yang dipakai oleh perusahaan untuk mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian pada produk – produk yang disediakan perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu memperhatikan tiap unsur yang terdapat dalam bauran pemasaran. Bauran pemasaran yang tersebut meliputi, (1) Produk, (2) Harga, (3) Tempat dan (4) Promosi. Rangsangan pemasaran yang terdiri dari bauran pemasaran tersebut akan mempengaruhi tanggapan konsumen, dimana alternatif yang diberikan akan menjadi pertimbangan pengusaha untuk menentukan proses selanjutnya.



Agroindustri sebagai salah satu subsistem yang penting dalam sistem agribisnis, memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan perekonomian yang tinggi karena pangsa pasar dan nilai tambah yang relatif besar dalam produksi nasional. Pengembangan agroindustri harus digunakan sebagai sarana dalam menumbuhkan industri pedesaan, pertumbuhan ekonomi, meningkatkan nilai tambah, dan penyerapan tenaga kerja. Dalam rangka mengembangkan agroindustri untuk mengatasi pengangguran di desa dan mengurangi konsentrasi pembangunan di kota, maka inti pengembangan agroindustri harus mempersatukan tujuan sebagai berikut :



(a) Pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja;



(b) Pilihan lokasi industri yang efisien, tetapi memakai tenaga kerja dalam jumlah besar;



(c) Memilih tipe dan ukuran industri menurut ukuran (a) dan (b).



Prioritas lokasi industri yang terpilih harus mampu memperbesar pemasaran hasil pertanian dan menyerap tenaga kerja untuk pertumbuhan ekonomi desa. Dipandang dari sudut ekonomi, hal penting dalam pemilihan lokasi industri adalah bagaimana agroindustri tersebut nempunyai hubungan langsung dengan tenaga kerja di pedesaan.



Salah satu jenis tanaman yang strategis sebagai bahan baku agroindustri adalah ubi kayu (Manihot esculenta Crantz), yang sering disebut singkong (ketela pohon). Ubi kayu termasuk tanaman penghasil karbohidrat dan biomassa paling tinggi persatuan luas dan waktu dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya. Tanaman ini mempunyai daya adaptasi yang cukup luas baik terhadap kondisi iklim yang kurang baik maupun lahan kurus dan kurang baik.



Potensi ubi kayu sebagai bahan pangan yang berdaya guna di dunia ditunjukkan dengan fakta bahwa tiap tahun 300 juta ton ubi-ubian dihasilkan dunia dan dijadikan bahan makanan sepertiga penduduk di negara-negara tropis. Di samping itu, sekitar 45% dari total produksi ubi – ubian dunia langsung dikonsumsi oleh produsen sebagai sumber kalori di beberapa negara. Ubi kayu tersebut ideal untuk keperluan agroindustri, dimana pertanian dan industri dikombinasikan untuk mencapai tingkat efisiensi penggunaan ubi kayu yang paling tinggi. Bila penelitian dan pengembangan agroindustri ubi kayu dapat dilakukan secara bersama, komoditas ini akan menjadi penyedia pangan, pakan, kimia dan energi utama, dengan prospek yang cukup baik.



Perkembangan industri kecil ditunjukkan dengan bertambahnya populasi dari tahun ke tahun dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi. Namun demikian dari populasi tersebut, ternyata usaha kecil hanya memberikan kontribusi 11,1% dari total ekspor hasil industri pengolahan diluar migas dan 6,2% dari seluruh ekspor nasional tahun 1994 (Kastasasmita, 1997). Keadaan ini akan menimbulkan iklim persaingan yang semakin tinggi dalam pemasaran mereka. Untuk itu, banyak aspek-aspek yang harus dipahami oleh pelaku industri kecil untuk memperkuat usaha mereka.



Di Kabupaten Jember terdapat beberapa industri kecil dengan bermacam – macam unit industri. Banyak diantaranya berupa industri yang bergerak di bidang produk makanan ringan suwar – suwir . Suwar – suwir merupakan makanan khas daerah Jember yang berbahan dasar tape. Tape yang biasanya digunakan adalah tape ketela pohon karena kota Jember merupakan penghasil ketela pohon yang besar. Banyaknya perusahaan suwar-suwir di kota Jember menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk dapat menciptakan suwar – suwir yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen, sehingga dapat bersaing dengan perusahaan yang lain. Oleh karena itu, perusahaan yang berada dalam iklim persaingan yang ketat memerlukan pengetahuan tentang respon konsumen terhadap produknya. Respon ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menarik konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang telah ada.



UD. Primadona Jember merupakan salah satu industri kecil yang bergerak dibidang produksi berbagai makanan ringan diantaranya suwar – suwir, dengan merk paten Primadona . Perusahaan yang terletak di daerah pusat kota Jember dan telah mendapat ijin resmi dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. UD. Primadona Jember salah satu perusahaan pengolahan makanan, seperti suwar – suwir dengan merk paten Primadona dengan nomor ijin P. IRT.NO 215 35090 14


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...