PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> FISIP -> ilmu komunikasi

PERANAN KOMUNIKASI INFORMAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN GAIRAH KERJA KARYAWAN KANTOR BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) KABUPATEN BANYUWANGI

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2012-03-27 11:30:24
Oleh : ELA DWI ARIYANI , Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Dibuat : 2012-03-27, dengan 1 file

Keyword : Komunikasi Informal, Gairah Kerja, BPN Kabupaten Banyuwangi



latar balakang


Peran dimanifestasikan dengan adanya penetapan tugas tertentu terhadap seseorang atau suatu kelompok, dengan mana untuk mengukur berhasil tidaknya peran tersebut adalah terkait dengan sejauh mana peran tersebut dilaksanakan. Peran dikatakan gagal atau tidak berhasil manakala tugas yang telah diberikan tersebut tidak terlaksana dengan baik. Demikian halnya dengan fungsi dikatakan dapat berfungsi dengan baik, manakala fungsi tersebut sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dalam suatu manajemen, peran diklasifikasikan sebagai bentuk proses pengorganisasian dimana peran sebagai suatu hal dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengn efisien. Dalam suatu organisasi perlu ditetapkan komponen vital tentang tujuan-tujuan organisasi, untuk memberikan pengarahan peranan-peranan dan kegiatan yang ada. Bentuk peran dalam pengorganisasian tersebut nampak dalam proses pengorganisasian yang berwujud dalam pembagian kerja sebagai bentuk pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Dengan pembagian peran dalam bentuk pembagian kerja tersebut, adalah dasar dalam proses pengorganisasian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif.

Tujuan organisasi adalah untuk mencapai tujuan dimana individu-individu tidak dapat mencapainya sendiri. Kelompok dua atau lebih orang yang bekerja bersama secara kooperatif dan dikoordinasikan dapat mencapai hasil lebih daripada dilakukan perseorangan atau disebut dengan sinergi peran. Tiang dasar pengorganisasian adalam pembagian peran yang memungkinkan sinergi tersebut terjadi. Salah satu hal yang ikut berperan dalam perkembangan organisasi adalah adanya hubungan dan komunikasi antara sesama anggota organisasi, baik secara vertikal maupun horizontal.

Salah satu instansi atau organisasi penting dalam pembangunan bidang agrarian adalah kantor pertanahan atau Badan Pertanahan Nasional (BPN). Badan Pertanahan Nasional (BPN) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden dan dipimpin oleh Kepala (Sesuai dengan Peraturan Presiden No.10 Tahun 2006). Badan Pertanahan Nasional mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pertanahan secara nasional, regional dan sektoral. Dalam tugasnya BPN mempunyai visi yaitu : Menjadi lembaga yang mampu mewujudkan tanah dan pertanahan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, serta keadilan dan keberlanjutan sistem kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan Republik Indonesia. Dalam tugasnya BPN mempunyai misi antara lain Mengembangkan dan menyelenggarakan politik dan kebijakan pertanahan untuk :

1. Peningkatan kesejahteraan rakyat, penciptaan sumber-sumber baru kemakmuran rakyat, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan, serta pemantapan ketahanan pangan.

2. Peningkatan tatanan kehidupan bersama yang lebih berkeadilan dan bermartabat dalam kaitannya dengan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T).

3. Perwujudan tatanan kehidupan bersama yang harmonis dengan mengatasi berbagai sengketa, konflik dan perkara pertanahan di seluruh tanah air dan penataan perangkat hukum dan sistem pengelolaan pertanahan sehingga tidak melahirkan sengketa, konflik dan perkara di kemudian hari.

4. Keberlanjutan sistem kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan Indonesia dengan memberikan akses seluas-luasnya pada generasi yang akan datang terhadap tanah sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.

5. Menguatkan lembaga pertanahan sesuai dengan jiwa, semangat, prinsip dan aturan yang tertuang dalam UUPA dan aspirasi rakyat secara luas.

Dalam mencapai tujuan tersebut sasaran pemerintahan dalam mengelola pertanahan adalah catur tertib pertanahan, yaitu tertib hukum pertanahan, tertib administrasi pertanahan, tertib penggunaan tanah dan tertib pemeliharaan tanah dan lingkungan hidup. Catur tertib pertanahan tersebut merupakan tugas yang tidak dapat dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional sendiri, tetapi merupakan tugas dan fungsi lintas departemen. Dari keempat tertib pertanahan tersebut diatas salah satu sasaran yang cukup urgen adalah menyangkut adminstrasi pertanahan. Badan Pertanahan Nasional merupakan pelaku utama untuk tercapainya tertib administrasi pertanahan.

Komunikasi merupakan hasil belajar manusia yang terjadi secara otomatis, sehingga dipengaruhi oleh perilaku maupun posisi seseorang. Dalam komunikasi organisasi terdapat komunikasi yang bersifat formal dan informal. Komunikasi formal dalam artian terjalin antara anggota organisasi yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya dan komunikasi informal dalam arti terjalin dalam organisasi yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapatkan pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan oraganisasi.

Demikian halnya dilihat dari jenjang terjadinya komunikasi dalam organisasi dapat dibagi dalam beberapa bentuk yaitu horizontal dan vertikal. Komunikasi horizontal dalam artian dilakukan antar sesama jenjang dalam sususan organisasi atau hubungan garis lurus menyamping yaitu antar sesama anggota organisasi yang mempunyai tingkat atau derajat yang sama, sedangkan komunikasi vertikal dalam artian dilakukan dalam hubungan garis ke atas dan ke bawah dalam artian lebih lanjut adalah atasan kepada bawahan dan atau sebaliknya bawahan kepada atasan. Menarik untuk dikaji lebih lanjut komunikasi dalam organisasi berdasarkan jenjang dan berdasarkan bentuk formalitasnya berikut output yang dihasilkan dari peranan komunikasi tersebut khususnya dalam suatu organisasi pemerintahan.

Keikutsertaan karyawan dalam komunikasi informal secara efektif akan menghasilkan output kerja yang baik juga ditentukan oleh distribusi partisipasi dari kerja karyawannya. Kinerja karyawan akan mengalami penurunan oleh sebuah proses komunikasi informal yang kurang efektif antara pimpinan dengan karyawan. Karena komunikasi informal yang dilakukan oleh pimpinan dipergunakan untuk memotivasi dan meningkatkan partisipasi kerja karyawan. Pada pelaksanaannya, komunikasi informal mengarah kebentuk informasi persona dalam situasi dialogis, yaitu kedua belah pihak saling berbicara dan merespon kembali. Proses komunikasi ini sesuai dengan model komunikasi The Osgood and Schramm Circular Models. Dalam hal ini, terdapat kaitan yang erat antara komunikasi informal terhadap gairah kerja dalam suatu organisasi. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut di atas penulis tertarik membuat proposal penelitian skripsi, dengan judul : Peranan Komunikasi Informal Dalam Upaya Meningkatkan Gairah Kerja Karyawan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banyuwangi.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...