PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> FISIP -> ilmu komunikasi

POLA KOMUNIKASI INTERPESONAL ANTARA PETUGAS, NARAPIDANA DAN PEMBESUK LEMBAGA PEMASYARAKATAN JEMBER

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2012-03-27 11:17:06
Oleh : EFFENDI SETIA BUDHI, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Dibuat : 2012-03-27, dengan 1 file

Keyword : POLA KOMUNIKASI INTERPESONAL



latar balakang


Manusia adalah mahluk Tuhan yang di klaim paling sempurna, dengan kepemilikan bahasa dan penggunaan piranti-piranti serta kekuatan penalaran membedakan manusia dengan binatang. Manusia yang pada dasarnya adalah mahluk sosial yang saling berinteraksi satu dengan yang lainya. Dalam berhubungan, manusia melakukan dengan cara berkomunikasi, baik komunikasi verbal maupun nonverbal, komunikasi yang pada dasarnya adalah penyampaian pesan dengan seseorang yang berkapasitas sebagai komunikator kepada seseorang atau sekelompok orang yang berkapasitas sebagai komunikan.

Dari komunikasi tersebut manusia mampu melahirkan jutaan aneka ragam budaya, karakter, dan pola hubungan sosial (interaksi sosial ) serta adat istiadat yang antara yang satu dengan yang lainya berbeda. dan dari perbedaan tersebut mampu tercipta sebuah tatanan kehidupan yang aktif tidak setatis. Karena antara yang satu dengan yang lainya saling melengkapi, yang menambah dinamika sosial yang merupakan kesan tersendiri bagi sejarah adanya manusia.

Hal ini bisa kita saksikan antara negara yang satu dengan yang lainya. Dan terlebih di bumi Indonesia yang berbhineka dimana terdapat ribuan suku atau etnis yang tentunya terdapat ribuan budaya pula. Bahkan antara sub-supkomunikasi terkecil sampai komunitas-komunitas sosial semisal: Organisasi, paguyupan, patembayan dan lain sebagainya, yang mempunyai kecirikhasan budaya, bahasa, karakter, dan pola hubungan sosial tersendiri yang berbeda satu dengan lainya.Oleh karena itu komunikasi dengan beragam aksen (baik verbal maupun nanverbal) ada dimana saja, dimana ada manusia disitu tercipta komunikasi, baik itu di hutan, dikota, didesa, dirumah, dimedan perang dan tak terkecuali dilingkungan Lembaga Pemasyarakatan (LP). Di lingkungan yang terisolasi dari dunia luar, dimana penghuninya disebut narapidana, yang berasal dari latar belakang budaya, suku, karakter, serta pola hubungan sosial dan tentu saja latar belakang kasus atau kejahatan yang menyebabkan mereka (napi) menjadi penghuni hotel prodeo.

Dengan melihat luas dan prulalnya komunikasi yang terjadi dalam kehidupan bersosial dalam masyarakat, di dalam lembaga pemasyarakatan juga mengenal komunikasi, baik verbal (lisan maupun melalui tulisan) maupun non verbal (dengan komunikasi isyarat, simbol). Didalam lembaga pemasyarakatan komunikasi terjadi tidak hanya terjadi pada para narapidana saja tetapi juga penjaga penjara/pegawai (sipir) dan saudara para narapidana (pembesuk). Karena banyaknya matarantai aturan-aturan yang mengikat dan menjadi suatu keharusan untuk mentaatinya menyebabkann komunikasi yang di bangun cenderung mengarah pada komunikasi yang serba kaku. Hal tersebut berlaku pada semua lembaga pemasyarakatan.

Lembaga pemasyarakatan Jember yang di huni oleh anak manusia dengan berbagai macam latar belakang kasus, pola hidup dan pola komunikasi yang berbeda antara satu dengan yang lainya, dari karakter-karakter yang dimiliki oleh masing-masing penghuni lapas tersebut memberikan karakter dan tradisi baru yang terjadi dan mentradisi. Hal ini bisa di tinjau secara general bagaimana pola komunikasi yang terbangun di lembaga pemasyarakatan yang melibatkan komunikasi antara pegawai dengan pegawai, pegawai dengan narapidana, narapidana dengan narapidana, pegawai (sipir) dengan pembesuk, pembesuk dengan narapidana.

Pola komunikasi antara pegawai atau seringkali disebut sipir dengan pegawai pun akan terlihat lain dari masyarakat pada umumnya, hal tersebut tidak lepas dari aturan yang mengikat mereka (sipir). Sedangkan pola komunikasi yang terbangun antara sipir dengan narapidana tidaklah semudah masyarakat pada umumnya, karena selain kewajiban sipir sebagai petugas yang bekerja menjaga para narapidana juga adanya aturan- aturan tertentu yang berlaku di lembaga pemasarakatan, selain itu perbedaan karakter, bahasa, tradisi, serta persoalan narapidana sendiri menyebabkan komunikasi yang terbangun sangat terbatas.

Begitu pula pola komunikasi yang terbangun antara narapidana dengan narapidana, disamping latar belakang budaya dan perbedaan karakter pola hubungan sosial, misalnya saja narapidana dari etnis Madura bertemu dengan narapidana dari etnis Using (Banyuwangi) atau narapidana dari keluarga yang tinggal di kota bertemu dengan narapidana yang berasal dari desa, narapidana juga manusia yang mempunyai latar belakang dan privasi yang perlu untuk di hormati .di antara sesama narapidana juga terbangun pola komunikasi napi antar blok yang satu dengan blok yang lain, antara kamar yang satu dengan yang lain, antara napi pria dengan napi wanita, antara napi yang usianya yang tergolong masih muda dengan napi yang usianya sudah tua, antara napi yang sudah lama tinggal dengan napi yang masih baru (narapidana yang sudah lama biasanya akan mempunyai pengaruh kuat di antara sesama tahanan atau narapidana), antara kelompok kasus yang satu dengan kelompok kasus yang lain, misalnya napi yang di segani atau ditakuti, biasanya napi dengan kasus pembunuhan berada di rangking tertinggi atau lebih di takuti. Pola komunikasi ketika mau makan, di tempat ibadah, lapangan olah raga dan lainya.

Di samping itu kapasitas atau daya tampung lembaga pemasarakatan Jember yang hanya 350 orang narapidana akan tetapi membengkak atau seringkali mengalami over kapasitas hingga mencapai 800 sampai 1000 orang narapidana, menimbulkan kecemburuan sosial, karena daya tampung yang tidak memadai itu banyak narapidana di tempatkan di aula atau gudang yang di alih fungsikan menjadi kamar tahanan, hal tersebut tentu menjadikan komunikasi yang di bangun mengalami terhambat karena adanya kecemburuan sosial.

Sedangkan pola komunikasi yang terbangun antara sipir dengan pembesuk sangat terbatas sekali, hal tersebut di sebabkan dengan sekian banyaknya batasan-batasan hukum atau aturan-aturan yang mengikat yang sudah di tetapkan di lembaga pemasyarakatan Jember. Dan tak terkecuali pola komunikasi yang terbangun antara narapidana dengan pembesuk, pembesuk yang kebanyakan merupakan saudara atau kerabat narapidana. Dalam melakukan kamunikasi tidaklah senyaman dan seleluasa masyarakat pada umumnya, hal tersebut dikarenakan di dalam lembaga pemasyarakatan terdapat aturan-aturan yang harus di taati, aturan itu seperti ; adanya jadwal kunjung atau besuk, batasan waktu besuk atau batasan waktu bertemu atau berbicara dengan narapidana, adanya pembatas, dan adanya pengawasan dari petugas lembaga pemasyarakatan yang menjadikan komunikasi yang terjadi terkesan kaku dan sangat mengikat.

Pola komunikasi yang melibatkan sipir, narapidana dan pembesuk di lembaga pemasarakatan Jember, memang lain dari pola komunikasi pada masyarakat kebanyakan, banyaknya hambatan-hambatan yang menjadikan komunikasi yang di bangun tidak berjalan seperti yang di inginkan.

Penelaahan mengenai berlangsungnya komunikasi tidak bisa dilepaskan dari pengkajian terhadap pertautan antara komponen yang satu dengan komponen yang lain dalam proses komunikasi tersebut. Komponen-komponen tersebut di antaranya adalah ; komunikator, pesan, medium, khalayak dan efek. Lembaga pemasarakatan (LP) Jember yang merupakan tempat penggemblengan menuju pada perubahan konstruk sosial yang lebih dinamis, aman dan berkemakmuran di masyarakat. Namun hambatan-hambatan komunikasi di LP Jember juga terjadi, seperti yang sudah di paparkan diatas tadi persoalan perbedaan karakter, bahasa, tradisi, juga daya tampung LP Jember yang memuat 350 orang narapidana akan tatapi seringkali mengalami over kapasitas sampai 800 hingga 1000 orang nara pidana. LP Jember merupakan LP terbesar untuk daerah tapal kuda dan latar belakang para narapidana yang kebanyakan adalah perpaduan antara budaya Jawa dan budaya Madura. Maka peneliti menjadikan Lembaga Pemasarakatan Jember sebagai obyek penelitian dengan judul POLA KOMUNIKASI INTERPESONAL ANTARA PETUGAS, NARAPIDANA DAN PEMBESUK LEMBAGA PEMASYARAKATAN JEMBER .


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...