PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> FKIP -> PGTK

MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGORES DI TK AISYIYAH I AMBULU

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2012-11-14 13:59:00
Oleh : DWI KURNIA NURÂ’AINI, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dibuat : 2012-11-14, dengan 1 file

Keyword : MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK



Latar Belakang


Pendidikan prasekolah sebagaimana disebutkan dalam peraturan pemerintah No. 27 Th 1990 Bab II pasal 3 menyatakan bahwa: “Pendidikan prasekolah bertujuan untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan daya pikir yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan perkembangan selanjutnya. Dan pada masa-masa ini mereka harus diisi dengan pendidikan dan metode yang tepat dan perlu ditumbuhkembangkan sesuai dengan posisinya (Djajar, 2005 : 03).

Sedang pertumbuhan keterampilan motorik, baik kasar maupun halus pada anak, tidak akan berkembang melalui kematangan begitu saja, melainkan keterampilan itu juga harus dipelajari. Pengembangan fisik atau motorik merupakan salah satu pengembangan kemampuan dasar di TK. Bahan kegiatan pengembangan fisik atau motorik mencakup kegiatan yang mengarah pada kegiatan untuk melatih motorik kasar dan halus terdiri atas gerakan-gerakan jalan, lari, keterampilan menggunakan peralatan (untuk menggores) pensil, menari latihan ritmik (Depdiknas, 2007 : 1).

Kellog (Dalam Sumantri, 2005) mengemukakan bahwa pada usia dua tahun awal sudah mampu melakukan coretan-coretan atau menggores, namun dalam usia dua tahun pula anak belum dapat menguasai gerakan tangan secara halus. Anak yang berusia tiga tahun ternyata sudah mulai menunjukkan kemampuannya dalam mencontoh bentuk lingkaran, segitiga, segiempat dan garis silang, maka pada saat ini disebut telah mencapai tahap membentuk. Jadi, anak usia empat - lima tahun adalah periode perkembangan antistik yang biasanya disebut tahap gambar-gambar yang dibuat anak sifatnya tidak lagi abstrak tetapi telah menunjukkan apa yang ada di sekitarnya. Namun demikian tidak semua motorik kasar atau halus utamanya dalam motorik halus tentang menggores, mencoret-coret bahkan dalam menggambar anak bisa berhasil dengan baik atau selalu berkembang dengan baik, seperti yang dikemukakan oleh Jamaris 2003 (Dalam Sumantri, 2005 : 181) bahwa ada anak yang mengalami kesulitan atau hambatan belajar gerak motorik adalah lemahnya koordinasi gerak visual motorik yaitu anak yang mengalami kesulitan dalam melakukan koordinasi antara gerakan visual (pandangan mata) dan motorik (gerakan tangan, jari tangan atau jari-jari kaki) secara serempak dan terarah pada satu tujuan. Kesulitan ini bisa mengganggu proses belajar menulis (mencoret, menggores), membaca dan belajar yang lain. Hal ini dikarenakan belajar atau kegiatan yang lainnya membutuhkan kemampuan dalam mengkoordinasikan gerakan visual motorik.

Berkaitan dengan itu semua dapat dikemukakan bahwa dapat menghambat perkembangan motorik anak yang disebabkan oleh harapan orang tua yang tidak realis yaitu harapan yang tidak realistik adalah suatu harapan yang lebih banyak didasarkan atas keinginan dibandingkan potensi anak sebenarnya. Anak diharapkan dapat melakukan suatu ketrampilan motorik tertentu yang tidak mampu dilakukan oleh anak itu sendiri atau anak belum mampu atau tidak matang melaksanakan harapan orang tua, misalnya orang tua ingin anaknya cepat bisa menulis/menggores dengan baik dan benar sedang anak itu sementara belum merasa mampu untuk melaksanakan hal yang demikian itu.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...