PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> FISIP -> ilmu komunikasi

PENDEKATAN INTERPERSONAL CALON KEPALA DESA DALAM UPAYA MEMPEROLEH DUKUNGAN SUARA DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA (STUDI KASUS DI DESA DEMPO BARAT KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN)

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2012-03-27 10:07:51
Oleh : B A K I R , Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Dibuat : 2012-03-27, dengan 1 file

Keyword : Komunikasi Interpersonal



latar balakang


Dalam penyelenggaraan pemerintahan suatu desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa, dimana hal tersebut disebutkan dalam ketentuan pasal 200 ayat (1) Undang Undang No.32 Tahun 2004 bahwa Dalam pemerintahan daerah kabupaten/kota dibentuk pemerintahan desa yang terdiri dari pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa. Pemerintah desa terdiri atas kepala desa dan perangkat desa, dimana Perangkat desa tersebut terdiri dari sekretaris desa dan perangkat desa lainnya. Kepala desa sebagaimana dimaksud dipilih langsung oleh dan dari penduduk desa yang syarat selanjutnya dan tata cara pemilihannya diatur dengan Peraturan Daerah yang berpedoman kepada Peraturan Pemerintah. Masa jabatan kepala desa adalah 6 (enam) tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya.

Pemerintah Desa merupakan ujung tombak penyelenggara negara, karena Kepala Desa merupakan bagian dari kekuasaan Pemerintah yang secara langsung berinteraksi dengan masyarakat. Seorang Kepala Desa juga sebagai penyelenggara pengurusan Rumah Tangga Desa dan penyelenggaraan Pemerintahan Desa, sehingga ia wajib untuk melindungi, membela, meningkatkaan kesejahteraan dan pengetahuan serta kehidupan penduduk desa. Kepala Desa adalah pemimpin di desa, sekaligus sebagai penyelenggara dan penanggung jawab utama pemerintahannya, pembangunan dan kemasyarakatan. Kepala Desa juga yang bertanggungjawab dalam menumbuhkan dan mengembangkan swadaya gotong royong masyarakat. Untuk itu, penting kiranya bahwa sebuah desa harus dipimpin oleh kepala desa yang baik berdasarkan pilihan rakyatnya.

Dari uraian tersebut di atas, salah satu hal yang menarik dalam kelangsungan sebuah desa adalah adanya kepala desa yang dipilih secara langsung oleh rakyatnya. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dapat diibaratkan sebagai pesta demokrasi bagi masyarakat desa, karena merekalah yang secara langsung memilihnya melalui proses pemilihan secara langsung dari beberapa kandidat yang telah ditetapkan sebelumnya. Salah satu faktor keberhasilan atas terpilihnya kandidat atau calon kepala desa tidak lepas dari peranan tim sukses calon kepala desa tertentu yang tentunya akan mengerahkan segala daya dan upayanya untuk mempengaruhi setiap masyarakat desa yang mempunyai hak pilih untuk memilih calon kepala desa-nya. Selain adanya peranan tim sukses tersebut, berbagai upaya dilakukan antara lain upaya untuk mempengaruhi pemilih yang dilakukan dengan berbagai cara antara lain melalui obral janji, pemaparan visi dan misi, memberikan pujian atau kesan yang baik, bahkan dengan membagi-bagikan hadiah, cindera mata, maupun uang sebagai bentuk money politic, agar nantinya mereka mau untuk memilih calon kepala. Tidak jarang pula, terjadi pertikaian antara satu calon kepala desa dengan calon yang lainnya dalam rangka berupaya memenangkan kepala desa. Namun pada akhirnya siapa yang akan terpilih, kembali pada pilihan rakyat desa.

Pilkades sebagai ajang konsolidasi politik di tingkat desa memberi pendidikan politik yang mencerdaskan. Warga secara terbuka dihadapkan dengan bakal calon atau calon pemimipinnya. Berbeda dengan pilbup, pilgub, pilpres dan pileg. Pilkades tentu tidak identik dengan memilih kucing dalam karung. karena calon pemimpin yang akan dipilih adalah warga yang secara sosiologis mempunyai kedekatan tersendiri. Hal yang menarik untuk dikaji dalam pelaksanaan Pilkades adalah tahapan kampanye dimana masing-masing calon kepala desa berlomba-lomba memperkenalkan diri, memberikan janji-janji, melakukan pendekatan dengan masyarakat desa, dan beberapa pendekatan lainnya melalui proses komunikasi baik dilakukan secara langsung oleh calon kepala desa maupun oleh tim suksesnya.

Dalam suatu kampanye pemilihan kepala desa, setiap calon kepala desa yang bertarung diperkenankan untuk memperkenalkan diri, menyampaikan visi dan misinya dalam program pembangunan desa dan melakukan upaya untuk memenangkan pemilihan kepala desa sesuai dengan yang digariskan dalam peraturan perundang-undangan. Dengan komunikasi yang tepat dan efektif, diharapkan seseorang mampu ”menampilkan diri” dalam masa kampanye tersebut untuk menarik simpati masyarakat desa. Dalam upaya menarik simpati massa tersebut diperlukan strategi komunikasi yang tepat.

Komunikasi yang dilakukan oleh calon kepala desa disadari atau tidak akan sangat berpengaruh pada hasil pemungutan suara pemilihan kepala desa. Untuk memenangkan pemilihan kepala desa diperlukan strategi komunikasi yang baik yang dilakukan oleh calon kepala desa berikut tim suksesnya. Dengan komunikasi yang baik dengan warga desa tentunya target untuk memenangkan pemilihan kepala desa dapat terwujud dengan baik. Namun demikian, siapa yang terpilih adalah siapa yang berhasil menghimplementasikan komunikasi interpersonalnya dengan baik dalam arti mampu untuk memaksimalkan segala kelebihan pribadinya secara personal dan menutupi kekurangannya.

Demikian halnya dengan pelaksanaan pemilihan kepala desa di desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan sebagaimana telah dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2010 yang lalu, banyak sekali yang menjadi catatan dan pengalaman berharga dalam kehidupan demokrasi di Indonesia ; seperti terjadinya konflik fisik yang melibatkan pendukung dan tim sukses masing-masing calon kepala desa, kecurangan-kecurangan seperti masih banyaknya budaya money politics atau politik uang, dan lain sebagainya sebagai suatu fenomena dalam kehidupan masyarakat desa. Kesemuanya itu dibalut menjadi satu dalam suatu kajian komunikasi interpersonal sebagaimana diterapkan oleh masing-masing calon kepala desa untuk merebut hati pemilih agar kelak saat pemilihan ia mendapatkan suara terbanyak dan menang.

Berdasarkan beberapa hal tersebut di atas penulis tertarik untuk mengkaji sekaligus meneliti dan menuangkan masalah komunikasi interpersonal calon kepala desa dalam memenangkan pemilihan kepala desa, dalam bentuk penulisan skripsi dengan judul : “Pendekatan Interpersonal Calon Kepala Desa Dalam Upaya Memperoleh Dukungan Suara Dalam Pemilihan Kepala Desa (Studi Kasus di desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan)”


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiFakultas Ilmu Sosial dan Politik
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: Digital Library UMJ

Download...