PERPUSTAKAAN DIGITAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER



Path: Top -> S1 - Skripsi -> FKIP -> PGTK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA MELALUI KEGIATAN BERCERITA DI RAUDHATUL ATHFAL AL HIDAYAH 1 POKAAN SITUBONDO TAHUN AJARAN 2006 – 2007

Skripsi/Tugas Akhir from umj / 2012-11-13 15:57:56
Oleh : AINI HIKMATIN, NIM : 05024055 , Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dibuat : 2012-11-13, dengan 1 file

Keyword : MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA, KEGIATAN, BERCERITA



Latar Belakang


Pada peraturan pemerintah 1990 pasal 3 tentang pendidikan dasar disebutkan bahwa pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota untuk manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah dasar.

Pendidikan anak usia dini atau PAUD adalah transisi dari pendidikan informal dikeluarga dan pendidikan formal di Sekolah Dasar / SD. Sebagai pendidikan transisi maka segala sesuatu yang terkait dengan perubahan Pendidikan informal sangat santai kependidikan formal menjadi perlu. Oleh karena itu sangat penting bagi perkembangan potensi dalam upaya mempersiapkan sumbernya manusia (SDM) di masa akan datang.

Pendidikan formal adalah segenup bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan secara terorganisasi dan berjenjang, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus (kamus besar Bahasa Indonesia Dep P & K) seperti sekolah-sekolah dan termasuk TK.

Pendidikan bagi anak usia dini diwadahi dalam berbagai bentuk lembaga / satuan sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 28 :

- Ayat 2 : Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal dan informal.

- Ayat 3 : Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK), Raudlatul Athfal (RA) atau berbentuk lain yang sederajat.

- Ayat ke 4 : Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal, berbentuk Taman Bermain (TB), Taman Penitipan Anak (TPA) atau bentuk lain yang sederajat.

- Ayat ke 5 : Pendidikan anak usia dial pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

Dengan demikian pendidikan anak usia dini mempunyai wadah yang luas tergantung puda kesempatan, peluang dan kemauan anak untuk belajar, dan tentu yang tidak kalah pentingnya adalah peranan dan tanggung jawab orang tua dan seluruh lapisan masyarakat memberi kesempatan bagi anak usia dini untuk belajar dan mengembangkan diri. Tiap lembaga pendidikan anak usia dini mempunyai kekuatan sebagai ciri khas yang saling melengkapi atau pendidikan anak usia dini dan memberikan pula sumbangan yang khas bagi pengembangan anak pada khususnya dan pengembangan bangsa.

Pendidikan anak usia dini secara umum dimanfaatkan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai kehidupan yang dianut, melalui pendidikan Taman Kanak-Kanak. anak diharapkan dapat mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya, agama, intelektual, sosial, emosi dan fisik memiliki dasar-dasar aqidah yang harus sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya memiliki kebiasaan-kebiasaan prilaku yang diharapkan, menguasai sejumlah pengetahuan dan keterampilan dasar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangannya, serta memiliki motivasi dan sikap belajar yang positif.

Sesuai dengan rumusan tujuan diatas dapat dikemukakan bahwa secara garis besar ada lima fungsi utama pendidikan TK, yakni :

1. Fungsi Pengembangan Potensi

Sejak lahir anak mempunyai sejumlah potensi yang diperlukan untuk menjalani kehidupannya. Potensi itu harus dikembangkan. Untuk mengembangkan potensi itu anak perlu mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan dan memberdayakannya. Dengan kata lain pendidik dapat menyediakan pengalaman-pengalaman “belajar” kepada anak dalam arti luas sehingga dapat merangsang perkembangan kemampuan-kemampuan potensial tersebut secara optimal. Memberi kesempatan kepada anak untuk memilih dan menentukan sendiri apa yang menjadi pilihannya guna mengembangkan potensinya, memberi kesempatan untuk memecahkan masalah-masalah sendiri untuk mengembangkan potensi berfikir dan kemampuan pemecahan masalah, memberi kesempatan kepada anak untuk mengenal dan menghayati keagungan Tuhan melalui pengenalan terhadap alam semesta yang menjadi ciptaannya.

2. Fungsi penanaman dasar-dasar aqidah dan keimanan sebagai umat beragama pada pendidikan memiliki kewajiban untuk menanamkan dasar-dasar aqidah yang lurus kepada anak didik sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya, diyakini ajaran agama merupakan sumber rujukan nilai yang sangat fundamental baik untuk kepentingan hidup didunia kini maupun diakhirat nanti. Oleh karena itu penanaman nilai-¬nilai aqidah sejak usia dini merupakan hal yang esensial bagi pengembangan anak sebagai makhluk beragama.

3. Fungsi pembentukan dan pembiasaan prilaku-prilaku yang diharapkan pembentukan perilaku-perilaku yang diharapkan juga merupakan salah satu fungsi utama pendidikan TK. Fungsi ini juga sangat penting karena akan membangun suatu fundasi bagi pengembangan pola pribadi dan prilaku selanjutnya. Fungsi pembentukan prilaku itu terutama tidak dilakukan dengan ceramah, kuliah atau penjelasan tentang standar-¬standar prilaku yang diharapkan. Terutama dilakukan melalui perwujudan interaksi antara pendidikan dan anak didik dalam pergaulan sehari-hari. Misal penanaman disiplin dilakukan oleh pendidikan dan anak didik.

4. Fungsi pengembangan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diharapkan

Fungsi ini membekali anak dengan sejumlah pengetahuan dan keterampilan dasar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangannya. Untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya anak perlu menguasai sejumlah pengetahuan dan keterampilan dasar anak perlu mengetahui aturan-aturan perilaku mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak, mengenal alam yang ada disekitarnya, menguasai sejumlah keterampilan fisik motorik, menguasai keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi serta keterampilan dasar lainnya.

5. Fungsi pengembangan motivasi dan sikap belajar yang positif

Untuk mengimplementasian pengembangan motivasi dan sikap belajar para gum perlu menyajikan proses pembelajaran yang berorientasi kepada perkembangan anak. Arah susaran pembelajaran yang menekankan kepada segi prodok akademik juga perlu dimbangi dengan penekanan pada segi produk akademik juga perlu diimbangi dengan penekanan pada segi proses. Anak dibiasakan untuk menyenangi aktifitas dan menghargai karyanya sendiri terlepas dari apakah hal itu mendapat nilai dari orang lain atau tidak.

Tujuan dan fungsi pendidikan TK, hendaknya dirumuskan dan diarahkan secara komprehensif dalam arti terarah kepada pengembangan segenap aspek perkembangan anak dengan memperhatikan berbagai unsur yang terlibat serta proses-proses yang terjadi dalam pencapaiannya.

Sementara anak tumbuh dan berkembang, produk bahasa mereka meningkat dalam kwantitas dan keluasannya. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara, antara lain dengan bertanya, melakukan dialog dan menyanyi, anak memiliki minat yang kuat untuk menyebut nama-nama benda, minat tersebut akan terus berlangsung dan meningkat yang sekaligus akan menambah perbendaharaan kata dimiliki.

Hal-hal disekitar anak mempunyai arti apabila anak mengenal nama diri, pengalaman-pengalaman dan situasi yang dihadapi anak akan mempunyai arti pula apabila anak mampu menggunakan kata-kata untuk menjelaskannya. Dengan menggunakan kata-kata untuk menyebut benda-benda atau menggunakan peristiwa, akan membantu anak untuk membentuk gagasan bahasa dikomunikasikan kepada orang lain. melalui bahasa, pendengar / penerima berita akan mampu memahami apa yang dimaksud oleh pengirim berita.

Sebagai halnya di Raudhatul Athfal Al Hidayah 1 Pokaan mulai awal tahu ajaran 2005 - 2007 mempunyai murid 26, orang di kelompok B. keseluruhan jumlah anak yang ada di Raudhatul Athfal Al Hidayah 1 + 50 murid dari sekian orang. Keseluruhan dari murid tersebut berasal dari lingkungan sekolah yang setiap harinya bahasa madura atau bahasa ibu. Itulah yang menjadi salah satu hambatan dalam berkomunikasi berbahasa Indonesia, baik disekolah maupun di luar sekolah.

Fungsi kemampuan berbahasa bagi taman kanak-kanak antara lain adalah :

1. Sebagai alat untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga.

2. Sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan intelektual anak.

3. Sebagai alat untuk menyatakan perasaan dan buah pikirannya kepada orang lain.

Oleh karena itu kemampuan berbahasa anak harus ditingkatkan. Hanya dengan kemampuan berbahasa anak dapat menyatakan pikiran dan perasaannya, serta dapat berkomunikasi dengan sesamanya. Untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak peneliti menempuh jalan dengan melalui kegiatan bercerita untuk lengkapnya akan dibahas dalam penelitian ini.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisherumj
OrganisasiF
Nama KontakLutfi Ali Muharom
AlamatJl. Karimata 49
KotaJember
DaerahJawa Timur
NegaraIndonesia
Telepon0331323915
Fax-
E-mail Administratorlutfi.muharom@unmuhjember.ac.id
E-mail CKOhardian@unmuhjember.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...